Berita
:::: Selamat Datang di Website Resmi Badan Kepegawaian Pendidikan & Pelatihan Kabupaten Manggarai >>>> ::: Hati-hati Terhadap Penipuan CPNS Yang Mengatasnamakan Pejabat BKPP Kabupaten Manggarai >>>> :::: GAJI CPNS : Pasal 12 PP No. 98 Tahun 2000 sebagaimana telah diubah dua kali dengan PP No. 78 Tahun 2013 tentang Pengadaan PNS menyatakan bahwa "Hak dan gaji bagi CPNS mulai berlaku pada tanggal yang bersangkutan secara nyata melaksanakan tugasnya yang dinyatakan dengan surat pernyataan (Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas/SPMT) oleh kepala kantor/satuan organisasi yang bersangkutan" >>>> ::::
Sejumlah 25 pejabat Eselon II/b lingkup Pemkab Manggarai mengikuti ujian tertulis yang digelar hari ini, Sabtu (24/09) pukul 09.00 Wita, bertempat di ruangan Kantor Sat Pol PP, Kantor Bupati Manggarai. Kegiatan penilaian kompetensi pemetaan JPT Pratama Pemkab Manggarai yang digelar dari tanggal 24 hingga 26 September 2016 bertujuan untuk menghasilkan pejabat yang mampu, sehat dan layak menduduki jabatan yang dipercayakan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Para pejabat tersebut akan diuji oleh dua orang Asesor yakni Ni Komang Etty Hertiani, SE, Ak, MM, dari Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional X Denpasar dan Adelino Da Cruz Soares selaku Asesor dari Biro Kepegawaian Propinsi NTT.
Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH, MH, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan hari ini merupakan sebuah proses konstitusional. “Di dalam kaitan dengan tugas kita untuk menyelenggarakan otonomi daerah, maka dibutuhkan kompetensi-kompetensi tertentu. Proses-proses yang digelar sesuai perintah undang-undang sebenarnya untuk mengetahui seberapa jauh saudara-saudara sekalian memiliki kompetensi tersebut”, tuturnya .
“Tujuan utama dari proses ini adalah untuk menghasilkan personil birokrasi yang mampu, melayani, punya integritas, bersih,sesuai dengan ketentuan undang-undang”, lanjutnya.
Ni Komang Etty Hertiani, SE.Ak, MM, dalam sambutannya menjelaskan tentang perbedaan antara pengukuhan dan seleksi. “Untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) yang nomenklaturnya mengalami perubahan tetapi secara tupoksi hampir sama, bisa dilakukan pengukuhan kembali melalui mekanisme Baperjakat. Sedangkan yang mengalami penggabungan, pemisahan atau pemekaran, pengisian jabatan harus melalui uji kompetensi. Untuk assessment sendiri bertujuan untuk rotasi dan promosi. Kalau rotasi, seperti yang kita lakukan sekarang ini, melalui pemetaan JPT yang sudah ada untuk dirotasi antar JPT yang sama, tingkat yang sama. Untuk seleksi, itu dari bawah ataupun dari fungsional dengan mekanisme pansel (panitia seleksi) juga tetapi panselnya lebih berperan”, tuturnya.
Khusus kegiatan kali ini, peran asesor lebih kepada uji kompetensi manajerial. Setelah uji kompetensi manajerial oleh asesor akan dilanjutkan dengan uji kompetensi oleh panitia seleksi yang berfokus pada kompetensi teknis dan bidang. “Asesor akan memberikan hasil berupa rekomendasi ke pansel terkait JPT bersangkutan apakah sudah optimal atau belum optimal untuk jabatan saat ini, saran penempatan dan saran pengembangan pelatihan lalu dipertajam kembali oleh pansel terkait kompetensi teknis bidang” ujarnya.
Adelino Da Cruz Soares  berharap agar para pejabat eselon II tidak boleh menyembunyikan kemampuan. “Harapan kami, para asesor, adalah semua kompetensi dimunculkan. Manfaatkan tiga hari ini, bapak ibu memunculkan semua kompetensi yang dimiliki. Jangan disembunyikan. Kalau disembunyikan pun, kami akan kejar dan kami akan dapat”, tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tim asesor bersikap netral. “Hasil penilaian kami tidak dipengaruhi oleh siapa pun. Kami mandiri melakukan tugas kami secara profesional. Selain melaporkan hasil kepada ketua Pansel, kami juga akan menyerahkan laporan ke BKD Propinsi juga ke Komisi Aparatur Sipil Negara. Sehingga setiap laporan yang disampaikan pemerintah daerah ke Menpan maupun ke Komisi Aparatur Sipil Negara akan selalu disandingkan”, tegasnya.
Alat ukur yang disiapkan oleh para asesor dalam uji kompetensi adalah pertama, proposal dan dilanjutkan dengan presentasi proposal di hadapan pansel dan para akademisi, kedua question  kompetensi, ketiga interview kompetensi dan terakhir Leadership Group Discussion (LGD).
Setelah tatap muka, tim asesor menggelar ujian tertulis. Pada pukul 11.00 WITA, akan dilanjutkan dengan sesi diskusi.